Minggu, 15 Februari 2015

Jilbab

Jika banyak wanita yang memakai jilbab kemudian memperbaiki diri, kenapa memilih memperbaiki diri dulu kemudian berjilbab?

Banyak wanita yang ingin menjilbabkan hatinya dulu. Kalau kita menunggu menjilbabkan hati dulu mau sampai kapan? Bukankah manusia itu tempatnya salah dan lupa.
Bisa-bisa nanti banyak juga orang yang beralasan tidak mau sholat karena mau mengsholatkan hatinya dulu. Tidak mau berpuasa karena ingin mempuasakan hatinya dulu, dan lain-lain.
Maka jangan terperdaya oleh tipu daya setan yang terus menghalangi manusia dari berbuat kebaikan.
Bukankah perintah menutup aurat itu datangnya langsung dari Allah SWT? Bukan nabi, ulama atau pun guru.

"julurkanlah kerudung hingga menutup dada". (Qs. An Nur 31) dan "julurkanlah hijab hingga keseluruh tubuh". (Qs. Al-Ahzab 59)

Itu artinya aurat wanita yang boleh tampak hanya wajah dan telapak tangan saja.
Jika kau tak rela berbagi suami meski hanya dengan seorang wanita saja, kenapa kamu rela membagi auratmu untuk dinikmati ribuan lelaki yang bukan mahrammu? 

Wahai ukhti, segeralah tutup auratmu dengan benar. Wanita berjilbab belum tentu baik tapi wanita baik-baik sudah pasti akan berjilbab.

Sabtu, 14 Februari 2015

Bahagia itu....

Sedikit renungan dari kasus bunuh diri aktor komedian Robin Williams. Belum tentu orang yang paling terlihat bahagia itu benar-benar bahagia.

Jika kekayaan bisa membuat orang bahagia, tentunya adolf merckle orang terkaya di Jerman tidak akan menabrakkan tubuhnya ke kereta.

Jika ketenaran yang membuat orang bahagia, Michael Jackson tidak akan minum obat sampai overdosis hanya untuk bisa istirahat tenang.

Jika kekuasaan yang bisa membuat orang bahagia, tentunya G.Vargas Presiden Brazil tidak akan menembak jantungnya sendiri.

Jika kecantikan yang membuat orang bahagia, tentunya Marilyn Monroe tidak akan meminum alkohol dan mengkonsumsi obat hingga mati overdosis.

Ukuran kebahagiaan seseorang memang berbeda-beda. Tapi kebahagiaan ternyata tidak bisa ditentukan dari apa yang kelihatan, kekuasaan, ketenaran bahkan kesuksesan sekali pun. Karena sejatinya bahagia itu adalah kondisi di mana tidak ada ruang untuk beban kehidupan. Jadikan bahagia itu sebagai kata kerja bukan kata sifat. Dengan begitu akan mudah bagimu merasa bahagia karena tahu bagaimana melakukannya.

Intinya begini, bahagia itu "wanting what you have" atau menginginkan apa yang Anda miliki. Anda harus merasa cukup dan bersyukur dengan semua pencapaian dalam hidup Anda. Jika Anda tidak merasa cukup maka tidak akan ada yang namanya bahagia.

Kebahagiaan itu tidak perlu dicari sampai ujung dunia. Karena sumber kebahagiaan ada dalam hati manusia. Jadi, isilah hatimu dengan terus mendekat kepada Tuhan. Karena Dia lah sumber segala sesuatu. Dengan begitu kamu akan selalu bahagia, ikhlas dan selalu bersyukur.
Siap?

Ayah

Untuk para pria single,
Pria yg telah menikah,
Yg sudah menjadi ayah,
Dan yang akan menjadi ayah.

Statistik membuktikan bahwa orang-orang yang kehilangan kasih sayang dari ayahnya, akan tumbuh dengan kelainan perilaku, kecenderungan bunuh diri an perilaku kriminal yang kejam.
Sekitar 70% penghuni penjara dengan hukuman seumur hidup adalah mereka yang tumbuh tanpa kasih sayang seorang ayah.

Para ayah,
Anda dirindukan dan dibutuhkan oleh anak-anak Anda. Jadi jangan habiskan waktu dan pikiran Anda di tempat kerja,  sehingga ketika Anda pulang hanya menyuguhkan sisa-sisa energi dan duduk menonton televisi.
Peluk anak-anak Anda. Ajak mereka bermain, dengarkan cerita mereka dan ajarkan tentang kebenaran dan pesan moral yang baik. Dan Anda tidak akan menyesal karena mereka akan tumbuh sesuai apa yang Anda ajarkan dan persiapkan.

Ayah yang baik bukanlah ia yang punya jabatan penting dalam perusahaan. Bukan orang kaya yang punya banyak uang. Tapi seorang ayah yang :
Anak laki-lakinya berkata : " Aku ingin menjadi seperti ayah jika besar nanti".
Atau yang anak perempuannya berkata : " Aku ingin punya suami yang seperti ayahku".

Seorang ayah lebih berharga dari 1000 orang guru.

Selasa, 10 Februari 2015

Aneh

         Kisah cintaku berlanjut hambar
         Tanpa rasa
         Tanpa warna.
         Kisah cinta abu-abu
         Putih bukan hitam pun lain.
         Aneh.

Pernah ku baca puisi di depan kelas waktu aku SMA dulu. Yang masih membuatku heran sampai hari ini adalah respon seisi ruang kelas. Untuk puisi sedih seperti itu seharusnya mereka sedih atau ekspresi paling datarnya adalah diam. Tapi mereka justru ketawa. Aneh.

Dari hal itu aku belajar sesuatu bahwa jadi orang humoris itu susah-susah gampang. Bercanda terus di kira tidak bisa serius. Eh pas serius, malah ditertawakan. Aneh

Yang lebih aneh lagi adalah mendapati kenyataan bahwa kita menghabiskan 12-15 tahun hidup kita untuk bersekolah. Ketika lulus kita dipaksa mencari uang sebanyak-banyaknya tapi caranya tidak pernah diajari di sekolahan. Aneh kan?

Jumat, 06 Februari 2015

Sikap

Semua orang ingin tampil sempurna itu wajar saja. Mereka seakan berlomba memperindah tampilan fisik. Dan dari itu semua, satu hal yang ku pelajari adalah bahwa tidak ada yang abadi. Sekuat apa pun manusia mempercantik fisik mereka, pasti akan di kalahkan oleh waktu juga.

Lalu untuk apa menghabiskan jutaan rupiahmu hanya sekedar untuk membeli produk kecantikan? Tidak perlu. Bukankah kecantikan sesungguhnya itu yang berasal dari dalam hati. Jika karakter dan sikapmu baik, niscaya kau pun akan terlihat cantik. Dan bukankah agama ini melarang perempuan berdandan untuk yang bukan mahramnya?

Banyak orang yang mungkin bisa dengan mudah mencapai hal-hal besar dalam hidup mereka dengan fisik yang indah. Namun tanpa sikap yang baik semua itu tidak akan bertahan lama. Sikap dan kesopanan juga menentukan nilai Anda sebagai seorang manusia.

Jadi biarkanlah indahnya akhlak dan agungnya budi pekerti yang membuat dunia menghargaimu dengan nilai yang tinggi. Bukan dengan pamer atau menjual keindahan fisik. Yang perlu digarisbawahi adalah bahwa manusia bisa merubah nasibnya hanya dengan merubah sikapnya.

Kamis, 05 Februari 2015

Rokok itu konyol

Anda perokok?
Udah lama? Berapa tahun?
Yuk iseng-iseng aja menghitung berapa uang yang sudah Anda bakar.

Misalnya begini, harga rokok kita hitung saja 10.000 per bungkus di kalikan bulan di kalikan tahun. Akan ketemu pola seperti berikut.
10.000 × 30 ( jumlah hari dlm sebulan) = 300.000.
Lalu kita kalikan dgn jumlah bulan dlm setahun
300.000 × 12 = 3.600.000

Itu artinya Anda telah membakar uang dengan sukarela sebanyak 3.600.000 per tahun. Jika Anda sudah merokok selama 10 tahun itu sama dengan Anda sudah membakar uang sebanyak 36.000.000. Iti artinya dengan uang sebanyak itu, Anda seharusnya sudah bisa naik haji.

Jika ada yang menyanggah bahwa ada tuh orang yang tidak merokok toh juga tidak bisa naik haji. Dalam kasus ini, kita kembalikan kepada niat. Niat itu ibarat alamat dalam surat. Jika salah menuliskannya, maka akan tiba juga pada tempat yang salah.

So, berhentilah merokok karena merokok adalah sebuah kekonyolan. Dan mari luruskan niat kita dalam segala hal. Stop merokok sekarang juga. Apa sih untungnya? Hampir tidak ada, bahkan harganya terus naik semakin mahal. Hasil keringatmu hilang terbakar. Bayangkan betapa sia-sianya tenagamu ketika hasilnya hanya untuk dibakar.
Mikir dong bro!!!

Minggu, 01 Februari 2015

Harapan

Dan yang membuat hidup menjadi berarti adalah karena ia tidak bertahan selamanya. Dan hidup hari ini adalah satu dari sekian banyak hari yang akan mengingatkan kita bahwa hidup adalah keberuntungan yang harus diperjuangkan.

Jadi jangan pernah menyia-nyiakannya dengan menjalani hidup orang lain. Buat hidupmu berarti dan jalani hidupmu dengan berjuang untuk sesuatu yang berarti bagimu. Tak peduli bagaimana caramu berjuang, bahkan jika hidupmu singkat, menjadi diri sendiri adalah pilihan yang paling baik untuk dijalani.


Dan sangat mudah untuk merasakan harapan di hari yang indah seperti hari ini. Tapi akan ada suatu hari kelam di depan sana. Hari di mana saat kita merasa sendiri. Dan hari itulah di mana harapan sangat dibutuhkan. Tak peduli berapa pun kelamnya hari itu, teruslah berpegang pada harapan. Bahkan saat kita gagal, harapanlah yang akan menyelamatkan kita dari keterpurukan. Dan bukti bahwa harapan itu masih ada adalah mereka yang setia menunggu di pintu keberhasilan saat kau kembali.

So, let's fighting till the end.