Jumat, 24 Juli 2015

Acara Sampah

Berhentilah menonton acara musik kamuflase yang sebenarnya bukan acara musik tapi tontonan tingkah konyol dan tidak mendidik para host-nya. Atau acara resepsi kawinan dan persalinan selebritis yang bukanlah suatu hiburan. Kita ini penonton televisi, apa urusannya dengan acara kawinan dan melahirkan? 



Atau acara sinetron yang g ada habisnya yang ceritanya terlalu didramatisir untuk kepentingan komersil segelintir orang. Yang lebih parahnya lagi ada tontonan manusia jadi-jadian yang sama sekali tidak masuk akal. Kamu dan adik-adikmu tidak akan bertambah pintar selevel pun dengan menonton tayangan ini. Acara televisi saat ini banyak yang tidak menyediakan ruang bagi generasi muda kita. Jadi jangan biarkan anak-anak kita menonton tayangan yang tidak sesuai usia mereka. 



Banyak juga acara berita yang tayang di layar televisi kita. Namun berita-berita yang disajikan masih harus dicari kebenarannya dan harus kita sikapi dengan kritis karena kadang kepentingan pemilik stasiun televisi lebih dikedepankan ketimbang kepentingan para pemirsanya. Atau acara lucu-lucuan yang kadang menghina salah satu pemerannya. Bukannya hiburan yang kamu dapat, tapi justru kamu ikut mentertawakan dan menghina orang yang posisinya lemah dan marginal di masyarakat kita.




Yang lebih parah lagi, banyak banget acara infotainment di televisi kita yang tak hanya memberimu gosip yang sensasional tapi juga mengajakmu untuk membicarakan aib orang lain yang belum tentu juga kebenarannya. Atau semua acara hiburan yang konsep acara dan pengisi acaranya sama tapi tidak ada ssatupun hal positif yang bisa kalian contoh dari mereka.




Jadi, jika kita benar-benar menginginkan acara TV yang berkualitas dan mendidik,salah satu cara untuk mewujudkannya addalah dengan berhenti menonton ACARA SAMPAH sekarang juga. Bijaklah memilih tontonan yang edukatif untuk anak kita agar tidak tmbuh menjadi sampah masyarakat karena mengkonsumsi tayangan-tayangan sampah sejak usia dini.

Jumat, 05 Juni 2015

Cermin

Jangan terlalu suci menanggapi hidup, yang kau butuh hanyalah pahami. Keburukanmu, cermin kebaikan bagi semua.


Ada sebuah cerita menarik tentang sebuah cermin. Di suatu sore yang nampak seorang kakek sedang berbincang-bincang dengan cucu kesayangannya yang tepat berada di depan cermin.
Sang kakek bertanya : " Cucuku yang cantik, jika kamu bercermin di depan cermin yang jernih dan besar, kemudian melihat tepat di wajahmu yang cantik itu ada noda hitamnya, mana yang akan kamu bersihkan? Kacanya atau wajahmu?
Sang cucu menjawab pelan : " Jelas wajahku dulu yang akan aku bersihkan, Kek.
Sang kakek menimpali : " pinter cucuku."


Sang kakek terus memperhatikan gaya genit sang cucunya yang sedang beranjak dewasa itu. Sesaat kemudian, sambil tersenyum Sang kakek bertanya kembali : " Cucuku yang cantik, Kakek punya satu pertanyaan lagi. Si cucu bertanya balik dengan rasa penasaran : " apa itu Kek?"
Jika kamu punya temen yang tidak bagus perilakunya, apa yang akan kamu perbuat?".  "Akan aku nasehati Kek jika perilakunya itu tidak baik buat diri dan lingkungannya". Jawab sang cucu.


Sang kakek terdiam, lalu dengan bijak berkata : " cucuku yang cantik, jadikan orang lain cerminan buat diri kita. Benahilah temenmu yang perilakunya kurang baik dengan cara membenahi dirimu sendiri menjadi lebih baik. Seperti halnya kamu bercermin tadi, bukan cerminnya yang kamu bersihkan tapi wajahmu."


Ya,orang lain adalah cerminan buat kita. Jika kita ingin mendapat sahabat yang baik maka kita dululah yang harus menjadi baik.


Selasa, 02 Juni 2015

Dendam Positif

Pernah merasa sakit hati? Lalu ingin membalas orang yang menyakiti kita? Itulah yg dinamakan dendam. Menyimpan rasa marah dan benci dalam hati yang justru membuat hidup kita terasa tidak nyaman.

Ternyata dendam tidak selamanya negatif. Artinya begini, banyak cara orang melampiaskan dendam mereka pada seseorang. Ada yang menjadi kejam, diam, bahkan sampai tega membunuh lantaran sakit hati karena masalah sepele. Nah, ternyatanya lagi, cara terbaik membalas dendam adalah membuktikan dengan prestasi Anda. Buat mereka merasa menyesal telah melukai perasaan  Anda. Kemudian  tersenyumlah padanya dengan bangga dan katakan, aku selangkah lebih hebat darimu.


Ada cerita menarik tentang dendam positif. Bangsa Korea yang dijajah Jepang selama 45 tahun membuat kebencian terhadap Jepang menumpuk di dada mereka. Lalu apa yang mereka lakukan? Mereka sadar bahwa membalas mereka dengan senjata tidak akan mungkin. Dendam itu mereka lampiaskan dengan mengejar ketinggalan mereka dari Jepang di semua segi termasuk teknologi dan ekspansi budaya. Hasilnya, bisa kalian lihat hari ini.


Atau cerita Sichiro Honda yang pernah ditolak bekerja di perusahaan  Toyota. Membuat bekerja keras bahwa dia bisa membuat perusahaan sejenis. Dendam itulah yang menjadi alasan berdirinya perusahaan raksasa Honda saat ini. Hasilnya mungkin sedang kamu nikmati saat ini. Bahkan mungkin dirumahmu ada 3-4 motor pabrikan Honda.


Jadi, kesimpulannya adalah dendam memang tidak mengenakan tapi tidak juga selamanya negatif. Tergantung bagaimana menyikapi rasa kecewa bercampur emosi itu sendiri. Menjadikan kita terpuruk lalu berusaha membalas dengan cara yang buruk atau justru memacu semangat untuk lebih berprestasi. Silahkan pilih mau yang mana?

Senin, 25 Mei 2015

Memperluas Rezeki

Yang namanya rezeki itu ternyata bisa diperluas. Caranya bagaimana? Salah satunya adalah dengan silaturahmi. Jadi dijanjikan bahwa mereka yang rajin silaturahmi rezekinya diluaskan dan umurnya dipanjangkan. Bukan saja kemuliaan umur yang bertambah tapi umurnya itu sendiri juga dipanjangkan.

Silaturahmi itu ternyata bisa memperluas rezeki kita. Menurut salah satu penelitian di Rosseto, AS penduduknya rata-rata panjang umur. Setelah diteliti ternyata bukan karena makanan atau keturunan tetapi karena mereka sering silaturahmi sering bertemu satu sama lain. Orang yang rajin silaturahmi ternyata juga awet muda karena ternyata bertemu sesama manusia itu menyehatkan. Kita boleh saja sering main komputer, main game dan lain sebagainya tapi usahakan lebih seringlah berinteraksi dengan manusia lainnya.

Menurut penelitian juga, orang-orang yang menikah lintas negara itu justru lebih sehat. Karena sesungguhnya manusia itu memang diciptakan untuk saling kenal-mengenal. Semakin kita sering bersilaturahmi semakin luas juga koneksi kita, dengan begitu pintu rezeki terbuka dengan sendirinya.

Ketrampilan observasi

Ketrampilan observasi adalah kemampuan mengamati atau melihat seseorang. Dengan melakukan eye to eye contact kita bisa memberikan perkiraan sifat dan karakter orang yang kita ajak bicara. Seberapa penting kita harus mengetahui sifat dan karakter seseorang? Sangat penting karena jika kita tahu sifat seseorang maka kita akan lebih mudah menyesuaikan gaya bicara kita sehingga kita lebih mudah diterima oleh dia. Jika kita berlawanan maka akan terjadi tolak-menolak sehingga apa yang kita bicarakan tidak akan didengar oleh lawan bicara kita.


Allah SWT sudah memberikan suatu "rule of the game" atau aturan main di dalam struktur tubuh manusia termasuk mata kita. Jika gerakan mata keatas itu menandakan seseorang yang visual. Di tengah menandakan auditorial. Di bawah menandakan seseorang yang kinestetik. Orang-orang visual lebih senang jika dia berbicara dengan seseorang yang visual dengan gambar, video atau apapun yang bisa dilihat oleh dia. Orang-orang auditorial lebih senang jika berbicara dengan penekanan suara. Sementara orang kinestetik lebih mengutamakan pada perasaan walaupun hanya sekedar menepuk pundak dia akan jauh lebih respect dengan kita. Dia tidak terlalu suka dengan bahasa tubuh, dengan apa yang dibicarakan tetapi dia lebih suka dengan sentuhan dan gerakan-gerakan secara langsung.


Bagaimana jika gerakan matanya ke kiri dan ke kanan?
Jika orang menggerakkan mata ke kiri, itu artinya dia sedang berusaha mengingat sesuatu yang sudah lewat karena otak kiri itu identik dengan daya ingat. Sedangkan jika arah matanya ke kanan itu artinya ia sedang berimajinasi karena otak kanan identik dengan kreatifitas. Ini bukan diatur tetapi sudah otomatis diberikan oleh Allah SWT.


Yang menarik adalah jika seseorang ditanya tentang sesuatu yang sudah lewat tetapi gerakan matanya ke kanan, itu artinya ia sedang berbohong. Demikian juga ketika kita menanyakan cita-cita tetapi gerakan matanya ke kiri, itu artinya ia juga sedang berbohong.

Ketrampilan Mendengarkan

Tidak hanya kemampuan berbicara yang bagus yang harus dikuasai seorang pembicara yang handal tetapi juga listening skill yang bagus. Dalam bahasa Inggris ada istilah "to hear" yang artinya hanya sekedar mendengarkan dengan kuping. Ada juga " to listen" yang artinya mendengarkan dengan telinga, hati dan pikiran. Perhatikan lagi diri kita, Tuhan menciptakan satu mulut dan dua telinga, itu artinya kualitas mendengar kita harus lebih baik daripada kualitas berbicara kita. Atau dengan bahasa lainnya adalah sedikit bicara banyak mendengar.


Listening skill dibagi menjadi 5 tingkatan. Kita lihat sampai di mana level kita.
1. Ignorance Listening.
Adalah orang mendengar tetapi tidak mau peduli dengan apa yang didengar. Sebenarnya dia tidak mendengarkan tetapi karena terpaksa dia harus hadir di suatu tempat dan harus mendengarkan apa yang dibicarakan tetapi dia tidak mau tahu dengan apa yang dibicarakan. Biasanya dilakukan oleh orang yang membenci seseorang atau situasi. Sebagus apapun yang dibicarakan tidak akan didengarkan.

2. Manipulation Listening.
Mendengarkan pembicaraan dan dia bersikap seolah-olah paham dengan apa yang dibicarakan. Bisa jadi dia benar-benar paham atau hanya sekedar mengangguk. Jika menemui orang seperti ini, konfirmasi ulang untuk memastikan bahwa orang tersebut paham dengan apa yang kita bicarakan. Orang seperti ini sebenarnya ingin tahu tapi tidak mengerti.

3. Selectif Listening.
Sama-sama hadir dalam suatu acara tetapi berbeda dalam sikap menanggapi apa yang dibicarakan. Kadang serius mendengarkan kadang main-main. Terlihat serius ketika dia membutuhkan apa yang dibicarakan. Sarannya adalah apapun yang dibicarakan, belajarlah menghargai pembicara.

4. Simpatic Listening.
Pada saat kita mendengarkan seseorang, kita tidak hanya menggunakan telinga saja tetapi hati dan pikiran kita hadir di sana. Sehingga ada ikatan emosional antara pembicara dan pendengar. I think what you think, i view what you view.

5. Empatic Listening.
Hampir sama dengan simpatic listening. Bedanya adalah tidak sekedar mendengarkan tetapi memberi solusi dari masalah yang dibicarakan. I think what you think, i view what you view and i give you a solution.


Sampai di mana kemampuan kita dalam mendengarkan? Cek ke dalam diri kita masing-masing dan terus tingkatkan kemampuan kita dalam mendengarkan orang lain. A good communicater is a good speaker and a good listener.

Ketrampilan berkomunikasi

The quality of human being depends on quality of communication yang artinya adalah bahwa kualitas atau mutu seorang manusia itu tergantung dari kualitas komunikasinya. Maksudnya adalah jika seseorang sudah mempunyai satu kemampuan komunikasi yang berkualitas maka itu akan menunjukkan seberapa berkualitasnya dirinya.

Ada 5 jenis ketrampilan yang harus dimiliki seseorang agar bisa dikatakan bahwa ia mempunyai gaya komunikasi yang bagus.

1. Speaking skill.
Adalah apa yang Anda katakan yang akan menggambarkan kepribadian Anda. Lambat atau cepatnya pengucapan suatu kata menentukan bagaimana kata itu dicerna dengan baik oleh pendengar. Bicara lambat itu perlu diterapkan ketika kita menginspirasi orang. Ketika menyampaikan inspirasi tidak bisa terlalu cepat karena nanti orang tidak bisa menangkap inti dari pembicaraan. Bicara cepat fungsinya adalah untuk memberikan spirit, motivasi, semangat dan impact serta vibrasi kepada orang yang mendengarkan. Tapi perlu diingat bahwa bicara terlalu lambat akan membuat orang jenuh, ngantuk dan tidak bersemangat atas apa yang kita sampaikan.

2. Peach atau penekanan kata.
Adalah kapan kita harus menggunakan penekanan kata dengan nada rendah atau tinggi. Rendah maksudnya adalah bass lebih besar daripada treble yaitu ketika Anda ingin mengesankan tentang wibawa atau kharisma Anda maka gunakan penekanan suara yang agak sedikit didorong ke dalam. Sedangkan peach tinggi adalah treble lebih tinggi daripada bass yaitu ketika kita memberi instruksi ke teamwork untuk menekankan bahwa yang di sampaikan adalah hal yang penting atau urgensitas.

3. Volume.
Adalah keras dan lemahnya suara. Volume keras biasanya digunakan pada saat kita ingin menunjukkan care-nya kita,  atensi kita terhadap seseorang. Bukannya kasar tapi keras ini dalam artian supaya apa yang kita ucapkan diperhatikan oleh lawan bicara. Walau pun yang kita bicarakan bagus tapi jika suaranya lemah tidak akan didengar orang dan tidak akan ada manfaatnya.
Suara lemah atau rendah digunakan ketika kita ingin menggambarkan tentang suatu cerita yang memberikan efek renungan kepada lawan bicara. Biasanya dengan berbisik karena ada privatisasi di 
sana.

4. Intonasi.
Penekanan pada sebuah kata. Banyak kata yang diucapkan ketika berkomunikasi tapi tidak semua kata tersebut mampu ditangkap dengan baik oleh lawan bicara. Maka ada baiknya dari seluruh kata yang Anda ucapkan ada satu atau dua kata yang Anda tekankan dengan intonasi khusus.

5. Sikap.
Perubahan itu tidak ditentukan oleh seberapa besar pengetahuan Anda, seberapa banyak pengalaman Anda. Tapi perubahan itu ditentukan oleh sikap Anda. Sikap yang baik akan memperbaik nasib Anda dan sebaliknya.


Jika kita mampu berkomunikasi dengan baik, niscaya pergaulan kita akan semakin luas, silaturahmi lebih baik maka dengan demikian semoga pintu rezeki dapat terbuka.
Perlu dicatat bahwa seorang pembicara yang baik tidak hanya seorang a good speaker tapi juga a good listener.