Minggu, 20 Maret 2016

Bidadari

Pada suatu hari Rasulallah SAW bertemu dengan seorang nenek, lalu ia berkata kepada Rasulallah. "Ya Rasulallah, berdoalah kepada Allah agar Dia memaskukkanku ke dalam surga." sambil memohon.

Mendengar hal itu Rasulallah pun bersabda : "Wahai Nenek, Surga tak mungkin dimasuki oleh seorang Nenek tua." Jelas Rasulallah.

Belum selesai Rasulallah menjelaskan, Nenek tersebut langsung pergi sambil menangis.

Kemudian Rasulallah mengutus sahabat untuk menyusul nenek tersebut dan bersabda : "Kabarilah dia bahwa surga tidaklah mungkin dimasuki dia sedangkan ia dalam keadaan tua. Karena Allah Ta’ala berfirman : Sesungguhnya Kami menciptakan mereka (bidadari-bidadari) dengan langsung dan Kami jadikan mereka gadis-gadis perawan penuh cinta lagi sebaya umurnya.” Jelas Rasulallah.



Mendengar penjelasan itu Nenek tersebut langsung tersenyum. Dan berusaha taat agar dimasukkkan ke surga.

Jadi apa rahasia awet muda? "ya masuk surga aja!" bahkan yang sudah tua renta saja akan kembali muda. Gigi-gigi yang tinggal dua akan kembali utuh.

Banyak yang tidak tahu rahasia awet muda ini. Orang-orang menghabiskan banyak uang untuk perawatan agar awet muda.

Pakai MakeUp setebal apapun, bergaya apapun seperti anak muda, Di dunia ini TUA dan MATI itu pasti.

Rabu, 16 Maret 2016

Pagi itu

Mengapa pagi selalu
dikaitkan dengan keberkahan dan terbukanya pintu rezeki? .
Berikut ini adalah beberapa bukti

1. Antara Terbit Fajar dengan Terbit Matahari adalah Saat Allah memberi rezeki kepada hamba- Nya ketika Rasulullah
pulang dari solat Subuh di Masjid Nabawi, beliau mendapati puterinya, Fatimah, masih tidur. Dengan penuh kasih sayang lantas beliau menggerakkan badan puterinya itu lalu berkata,
”Wahai anakku, bangunlah, saksikan rezeki Tuhanmu dan janganlah kamu termasuk orang yang lalai kerana Allah memberi rezeki kepada hamba-Nya, antara terbit fajar dengan terbit matahari.”
(HR.Baihaqi)

2. Doa keberkahan dari Rasulullah untuk Umatnya yang senang bangun Shubuh
“Ya Allah berkahilah umatku selama mereka senang bangun Subuh.” (HR Tirmidzi, Abu Daud, Ahmad dan Ibnu Majah).

Bagi yang merasa punya penghasilan banyak, tapi tidak pernah cukup, barangkali karena penghasilan yang diperoleh belum mengandung keberkahan! Coba
praktekkan bangun lebih pagi!

3. Bangun pagi membuat mood lebih baik
Peneliti dari Roehampton University di Inggris menyimpulkan kalau bangun pagi membuat tubuh lebih sehat, mood yang baik, dan membuat orang memiliki indeks massa tubuh ideal. "Mereka yang
bangun pagi cenderung lebih sehat dan lebih bahagia," Dr Joerg Huber

4. Bangun pagi lebih sehat
Analisa para ilmuwan dari Universitas Toronto Kanada pun menyimpulkan, mereka yang bangun lebih pagi secara umum memiliki kondisi kesehatan
yang lebih baik. Orang yang bangun lebih pagi juga merasa lebih bahagia hidupnya dibandingkan yang bangun siang

5. Bangun pagi membuat badan lebih aktif dan berenergi
Di bahasan Journal of Applied Psychology Sosial tahun 2009.
bangun pagi pun disinyalir dapat
melangsingkan tubuh.

6. Bangun pagi membuat tingkat depresi lebih rendah (Penelitian di Jerman pada tahun 2013)

nah loh yang masih bangun ba'da shubuh ..
Kencengin lagi niat & alarm nya

Hari ini

Ada banyak hal yang harus kita tuliskan hari ini, untuk sekedar dikenang atau di sobek kemudian di lupakan

Ada banyak hal yang kita harapkan hari ini, yang semuanya akan menjadi angan atau akan datang menjadi kenyataan

ada banyak doa yang kita aamiinkan hari ini, yang suatu hari akan Allah kabulkan atau Allah simpan sebagai pahala disisinya

Ada banyak hal yang kita lakukan hari ini,
yang suatu hari akan kita nikmati pahalanya
atau kita pertanggungjawabkan dihadapanNya ...

Rabu, 09 Maret 2016

Serba salah

Serba salah
Ada cewek roknya nyelip di belahan pant*tnya. Ku benerin malah ditampar. Ya udah ku selipan lagi, eh malah ditonjok. Kan serba salah aku jadinya.

Pesan dari cerita diatas adalah sesuatu itu kadang hanya perlu dibiarkan agar tidak jadi runyam. Krena niat baik dilakukan dgn cara yg salah,hasilnya beda.

Selasa, 08 Maret 2016

Perbaiki Sholatmu

MISTERI SEBUAH ABSENSI...

Seorang guru yang masuk kelas setiap pagi mengabsen murid-muridnya, yang barisan depan ini rajin semua. Datang duluan sebelum bel berdentang, duduk rapi siap menerima ilmu dan pelajaran..
Dari 40 siswa di kelas itu, tentulah tak semuanya tertib. Ada yang badung pastinya, datangnya sering telat, duduk seenaknya, berisik selama pelajaran berlangsung, bahkan cium tangan guru pun ogah-ogahan. Sombong, merasa sudah hebat, guru hanya dianggap formalitas pelengkap sekolah. Sekolah pun hanya dianggap beban.. 

Ada beberapa murid yang selain rajin tepat waktu, juga sangat dekat dengan guru itu. Mereka suka hadir ke rumah guru, sekedar untuk ngobrol, belajar tambahan, sambil membawakan cemilan dan makanan untuknya..
Jika suatu saat guru itu ditanya oleh kepada sekolah, siapa murid teladan di sekolah ini.. Pasti dia menjawab murid-muridnya yang rajin dan tertib belajarnya. Guru itu dengan mudahnya memberi nilai baik dan pujian untuk mereka. 
Jika ada tawaran beasiswa, tentu murid-murid teladan itu yang diajukan namanya. 
Jika ada tawaran studi banding gratis, tentu pastilah nama-nama murid teladan itu juga yang diajukannya.. 
Sebaliknya,
Pada murid yang bandel, badung, suka telat, tidak respek padanya, guru itupun bisa marah. Memberikan hukuman, dari mulai hardikan, jeweran, hingga pukulan ringan. Si guru yang sayang pada muridnya tidak mau membiarkan dia makin jatuh dalam kesalahan. Hukuman itu adalah untuk mengingatkan dia, agar mau berubah dan bisa berprestasi seperti murid lainnya. Sudah diingatkan tapi tetap ngeyel, badung dan bandel, maka jangan harap mendapatkan pembelaan dari gurunya. Siap-siap, seluruh angka di raport menjadi merah, bahkan bisa dikeluarkan dari sekolah.. Tinggal deh mewek sambil dadah dadah.. 

Kawanku..
Itu adalah sebuah logika sederhana dari seorang guru pada muridnya. Bayangkan jika Allah yang mengabsen kita, dan kita hanya cuek bebek saja.. 
Allah yang mengabsen?
Yess! Dialah Allah yang menciptakan kita, dan kelak pasti mematikan kita semua..
Haaaa..
Yess! 5 kali dalam sehari, wajib hukumnya.. Wajib itu adalah: jika dikerjakan mendapatkan pahala, jika ditinggal mendapatkan dosa!

Adzan berkumandang, sejak subuh hari masih gelap, hingga siang menjelang, sore datang, malam menyapa.. Allah datang mengabsen hamba-hambanya, seolah Dia berkata: "mana ini hamba-hambaKu, yang dulu hanya seonggok daging di perut ibu, Aku beri rejeki padanya hingga dia tumbuh, lahir, dewasa, apakah dia lupa?"

Berdirilah orang-orang yang konsisten absen datang tepat waktu di masjidnya. Allah kirimkan milyaran malaikat untuk mencatat dan merekamnya, juga memerintahkan malaikat-malaikat itu menjaga mereka..

Banyak kisah dari kawan-kawan saya, yang mengalami perubahan hidup setelah memperbaiki absen pada Tuhannya. 
Adzan... Sholat!
Adzan... Sholat!
Adzan... Sholat!
Adzan... Sholat!
Adzan... Sholat!
bahkan ketika tidak adzan pun dia sholat, ketika matahari mulai bangkit sholat Dhuha dilakukannya, 
ketika gelap malam sholat Tahajud dikerjakannya. 
Seperti murid-murid teladan yang datang ke rumah gurunya diluar pelajaran sekolah. 

Mereka seperti berprinsip: kerja adalah selingan menunggu waktu shalat..

Bagaimana Allah tidak cinta pada mereka? Seluruh absensi terisi penuh dengan tertibnya, tinggal Allah membalasnya dengan kemudahan dan kelapangan hidup, ketenangan hati dan limpahan rejeki..

Kawan saya usaha perkebunannya sukses sekali, sekali panen berton-ton buah itu dikirim ke berbagai negeri. Satu hal yang bikin saya iri, sering saya dapati sebelum adzan berbunyi mobilnya lebih dulu ada disamping masjid yang dia singgahi..

Kawan saya yang lain memberikan testimoni, ketika dulu sholat adalah hanya sisa-sisa dari waktunya, hidupnya berantakan termasuk bisnisnya. Ketika dia membiasakan sholat di awal waktu, berjamaah di masjid, Allah seperti mengirim malaikat untuk mengawalnya. Jadwal-jadwal pekerjaannya  tersusun rapi, selesai tepat waktu, pembayaran juga tepat waktu. Karyawan yang bermasalah makin berkurang, hutang pun akhirnya tiada. 
Pekerjaan jauh di luar kota yang harusnya terjadwal melompat-lompat Senen-Kamis-Sabtu, tiba-tiba dicancle oleh 3 kliennya. Mereka meminta bertemu di hari Jumat-Sabtu saja. Padahal ketiga kliennya tidak saling kenal, tapi Allah yang mengaturkan waktunya hingga jadi ringkas dan efektif dikerjakan..
Wow! Kawan saya sampai sujud syukur mengalami kejadian-kejadian yang tak terduga. 

Bagaimana dengan hamba yang badung, bandel, ngeyel, absen telat, hobi membantah, pura-pura budek, cuek bebek, sok pede bahwa dia akan hidup selamanya.. 

Hehe.. Yakin Allah itu Maha Pengasih dan Penyayang, kan itu janji Allah.. Tiap hari kita membacanya: Bismillahir Rahmanir Rahim.. Dengan menyebut nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.. 
Wujud sayang Allah itu dengan "menjewer kita" agar kita kembali kepada Allah, jadi hamba yang tertib lagi. 

Ada yang dijewer langsung.. 
Ada yang di'istijrad' dulu, dikasih harta kemewahan, kesenangan, baru deh dijewer banter banget sampai nangis aduh iyung.. aduh iyuuung.. 

Gampang kok ngenalin tanda-tanda kita dah dijewer Allah.. Usaha yang mulai bangkrut, ditipu orang, sering sial, kecelakaan kok datang beruntun, sakit kok gak sembuh-sembuh, hati yang selalu gelisah, pikiran yang selalu resah, dapat rejeki banyak tapi hilangnya juga banyak, anggota keluarga kita dapat musibah, kita yang terus-terusan susah, rumah tangga kayak neraka.. dan masih buanyaak lagi tanda-tandanya, kalo kita mau cukup dialog dengan hati terdalam, nanti hati itu akan jujur membenarkan.. 

Itulah sinyal, ketika kita hanya mengejar dunia.. Rejekinya dapat, tapi keberkahannya sirna.. 

Usai proses dijewer itu terjadi, Allah bakalan ngabsen lagi.. Adzan akan terus berkumandang setiap hari. Jelas banget ajakan Allah dalam panggilannya: Haiyalalfalaaaahhh.. Haiyalalfaalaaah.. 
"Mari menuju kemenangan! Mari menuju kemenangan!"
Kita diajak oleh Allah menjadi orang yang menang di kehidupan kita, menang melawan hawa nafsu, menang melawan semua masalah yang menghimpit hidup kita...

Caranya? Ya absen tepat waktu.. Ketika Allah sudah memanggil, ayo kita datangi, sambut panggilannya.. Rengkuh kasih sayangnya, Jangan lagi ditunda-tunda.
Pesan itu jelasss banget kok: 
"Jadikan sabar dan SHOLAT sebagai penolongmu.." -QS Al Baqarah 153

Kawanku, nanti siang dan malam pasti ada panggilan absen lagi, mau ikutan mereka mendatangi atau terus acuh menghindari? 
Kamu gak takut dijewer lagi?

Salam,
@Saptuari

Senin, 07 Maret 2016

Abu-abu

tadi pagi di beranda sebelah

Aa : neng, aa' pengen ngucapin terimakasih.
Eneng : makasih buat apa a'?
Aa' : terimakasih telah bikin hidup aa' jadi berwarna. Dulu sebelum ada Eneng hidup aa' item. Sekarang jadi abu-abu, g jelas. 
Eneng : aa' sok sweet.

Sabtu, 05 Maret 2016

Baik

"Baikkanlah dirimu, atau kau tak akan baik untuk siapa pun". 


Sebaris kata itu dulu yang paling menampar di relung hati. Campuran antara lucu dan drama. Lucu karena diucapkan oleh orang yang nakalnya diluar batas. Drama karena setelah kuputuskan untuk memperbaiki diri, rasanya sangat menyiksa. Keluar dari zona nyaman memang tidak mudah tapi akan tidak mudah lagi jika aku tetep seperti itu. Aku jadi mengerti, pekerjaan paling berat ternyata adalah melawan diri sendiri. Tak heran jika banyak orang menolak jika harus melakukan sesuatu diluar kebiasaannya meski itu untuk kebaikannya. 

Minggu, 28 Februari 2016

Lalu filmnya habis

Elu gak boleh iri sama kehidupan seseorang, karna yang paling tahu tentang kehidupan seseorang, adalah orang itu sendiri.

Bener gak sih, nih pengamatan gue. Terlalu ingin tahu kehidupan seseorang membuat lupa bersyukur. Karna orang-orang didesign untuk pandai menyembunyikan aib. Sehingga yang kamu tahu adalah semua baiknya dia, padahal manusia selalu ada buruknya.
Tentu ada baik dan buruk. Jika kamu bisa menyikapinya dengan baik, akan jadi baik. Tapi jika kamu tidak menerima kelebihan dia, tidak kuat mendengar sanjungan yang ditujukan untuk orang lain dan bukannya buat kamu, itu hanya akan menumbuhkan rasa iri.

Percaya saja, semua orang punya rejeki dan masalahnya masing-masing. Syukuri saja rejekimu dan hadapi saja masalahmu, mungkin dengan begitu, secara perlahan, kamu akan bahagia. Karna jika kamu bahagia terlalu cepat, mungkin bisa saja kebahagiaan itu menghilang dengan cepat juga. Seperti sebuah film yang happy ending, kadang kamu bahagia, lalu kebahagiaanmu direnggut, namun dengan melewati babak itu, kamu akan mencapai kebahagiaan baru. Atau kamu bahagia, lalu filmnya habis.

Dari blog nya Fico lagi

Sabtu, 27 Februari 2016

Tentang Cinta ini


Aku ingin merengkuh kamu sayang, memeluk cinta hangatmu, mencium kasih putihmu, berikan aku semua itu.

Anggap aku egois, kalo dengan itu kau mengizinkanku untuk posesif. Matipun aku takkan mau melepasmu.

Aku sadar aku bukan yang paling ganteng, paling tajir, paling baik, paling perhatian, bahkan mungkin aku bukan yang paling sayang sama kamu, tapi aku berani jamin 1 hal. Aku yang paling menginginkanmu.

Aku ga punya banyak hal untuk berharap padamu, tapi aku punya nyali untuk jatuh cinta. Tangkaplah cinta ini, maka aku akan jadi yang paling berani.

Kamu, aku udah ga punya waktu untuk hanya berdiam melihat kamu sendiri dan hanya memandang dari sini. Akal sehat sudah tidak mampu membendung keberanian cinta ini, aku akan menghampiri dudukmu, menggenggam tanganmu, dan mengatakan aku cinta padamu.

Jika kau berkata ya, maka usai, apalagi berkata tidak, semua akan jadi lebih usai. Ini bukan perkara ya atau tidak. Perasaan tidak secetek itu.

Terima cinta ini lalu kau kubahagiakan. Bunuh cinta ini maka akan kutumbuhkan 1000 yang baru. Aku bukan pecundang sekarang, aku pejuang.

Kamu kali ini

Kadang kamu bisa tersisih, tergantikan oleh yang lain.
Tapi tenang, denganku, kamu tidak akan.

Kamu yang menyisihkanku, apakah aku marah? Tidak! Karna aku percaya dengan ungkapan, yang terbaik untuk yang terakhir. Sesederhana makan kulit ayam mekdi. Kita selalu menyantap itu terakhir bukan?

Aku tidak terburu-buru menyayangimu, dan tidak pula tergesa menunggu balasmu, karna seberapapun aku memaksa, aku takkan mampu mengubah garis takdir. Seberapapun aku menginginkanmu, jika kau bukan garisku, aku mau apa?

Kamu tau aku mau bawa ini kemana? Ngga cuma secetek, "jadi pacar aku ya?"
Aku akan keperaduanku, tempat ku mengadu segalaku, dan akan kulaporkan keseluruhan perasaanku, "ya Allah, jika ia jodohku, maka dekatkanlah, dan jika bukan, aku mohon jangan pisahkan kami, karna bahkan aku bersedia menempati posisi apapun dalam hatinya, meski bukan urutan pertama."

Akupun sempat berpikir, mungkin tulisan ini jangan dipost, karna ketulusanku mungkin terasa pamrih. Dan kemudian hati kecilku berbisik, "biarlah semua orang berkata kau pamrih. Agar hanya kau yang tahu betapa tulusnya semua ini."

dari blog nya Fico

Selasa, 26 Januari 2016

Kenangan Ramadhan

 Ada banyak hal yang masih bener-bener kuingat tentang bulan Ramadhan di saat masa kecilku dulu.Mungkin kalian juga pernah mengalaminya dengan sebutan atau nama yang berbeda.Dan hari ini semua itu benar-benar menjadi hal yang sangat kurindukan.Bulan ini memang selalu kami nantikan karena memang ada beberapa peristiwa yang hanya ada di bulan ini.

Bermain bedug di Masjid.

Ketika orang dewasa sholat tarawih,aku dan anak-anak kecil seumuranku biasanya bermain-main di masjid itu atau sekedar duduk-duduk di depan serambinya.Dan tak jarang juga bikin gaduh yang membuat orang di shaf paling belakang harus ber-hush untuk mengingatkan kami ada orang yang sedang sholat. Setelah tarawih selesai lengkap beserta doanya,biasanya akan selalu ada seseorang dari jamaah yang akan membunyikan bedug dengan irama tertentu.Dan ini yang selalu membuat saya terbius untuk selalu datang ke masjid meski jarang ikut sholat tarawih.hehehe maklum namanya juga anak-anak.

Bermain Petasan.

Di kampungku dulu,petasan sudah bukan barang yang asing bagi kami.Mainan yang berbahaya sebenarnya,tetapi orangtua kami pun tidak ada yang bisa melarang kami memainkannya,Mungkin karena rasa antusias kami dalam memainkannya. Selepas sholat tarawih itulah biasanya kami bermain dari petasan seukuran cabe rawit yang disulut dengan rokok atau obat nyamuk bakar terus dilempar sampai yang segede lengan orang dewasa ''made in''  sendiri semuanya ada.Tak jarang juga kami bermain perang petasan,saling lempar petasan yang sudah disulut itu tapi hanya yang seukuran cabe rawit saja.Ada juga yang bermain " mercon bumbung",petasan yang dibuat dari bambu yang diisi minyak tanah yang cara membunyikannya harus di sulut dengan api dari lubang disalah satu ujungnya.Bunyinya seperti meriam ketika ditembakkan.Alhasil,tak jarang juga banyak orang tua yang ngomel-ngomel karena suaranya yang berisik mungkin.Tapi permainan yang terakhir ini sudah tidak ada lagi hari ini kalau pun masih ada sangat jarang ditemui.

Lari pagi.

Namanya memang lari pagi tapi kegiatannya sama sekali bukan lari pagi hanya jalan-jalan biasa.Kegiatan ini biasanya dilakukan pagi hari selepas sholat subuh sampai sekitar jam 6 pagian.Rutenya menyusuri jalanan di utara kampung kami atau menyusuri rel kereta di sebelahnya.Di akhir pekan bentuk lain dari kegiatan ini adalah mengunjungi pantai yang tidak terlalu jauh dari kampung kami.

Warung Sore.

Sambil menunggu maghrib,biasanya kami jalan-jalan sembari wisata kuliner.Ramadhan memang membawa berkah tersendiri bagi para pedagang.Uniknya,tiba-tiba saja banyak orang jualan ini-itu bermunculan di bulan ini.Di tempat-tempat tertentu sepanjang jalan di kampung kami sampai pasar kota menjamur orang-orang yang menjajakan berbagi menu makanan berbuka puasa,Mulai dari gorengan,berbagi macam es,bakso,buah-buahan khas Bulan Ramadhan seperti timun suri,semangka,kelapa muda dan lain sebagainya.Fenomena ini hanya bisa dijumpai di bulan ini,bulan Ramadhan.Kalau pun ada di bulan lain,tidak seramai dan sebanyak di bulan ini.Bahkan tak jarang hanya ada pedagang yang berjualan di bulan ini saja.

Agenda Ramadhan.

Yang satu ini khusus untuk anak sekolahan.Tugas yang harus diisi ini berbentuk sebuah buku yang harus ditandatangani oleh Ustadz yang ngasih tausiah.Isinya tentu saja ibadah khas bulan Ramadhan seperti tilawah,tarawih,sholat lima waktu,kuliah pagi dan mendengarkan ceramah agama serta kolom tanda tangan imam atau ustadz.Nah,di sinilah keunikannya karena tiba-tiba saja seorang ustadz akan jadi artis dadakan yang diserbu fans untuk dimintai tandatangan selepas sholat tarawih,sholat subuh dan sholat jumat bagi siswa laki-laki.

Beberapa hal tersebut kini begitu kurindukan.Hal akan selalu kuingat saat Ramadhan tiba.Ditempatku berdiri hari ini tidak ada tradisi semacam itu.Negeri yang hampir masyarakatnya tidak beragama.Begitu sulit menemukan masjid di negeri ini.Kalau pun ada tidak seperti masjid yang kalian tahu seperti di negeri kita.Tapi walau pun begitu,bukan halangan untuk tetap menjalankan syari'at agama.Dari berbagai sumber yang pernah saya baca Islam mulai menggeliat di negeri ginseng ini.Banyak dari mereka yang sudah memeluk agama Islam atau sekedar mempelajarinya.Semoga suatu saat nanti,Islam bisa berjaya di negeri ini.Aamiin

Kamis, 03 Desember 2015

Bentuk Rezeki


Sebuah cerita yang sangat-sangat berharga dan penuh inspirasi untuk kehidupan kita... semoga bermanfaat untuk pembaca...

REJEKI BANYAK BENTUKNYA"

Kemarin hujan mulai jam 9 pagi, seorang tukang rujak numpang berteduh di teras ruko saya ( Sebut saja saya bu Ani>>>>> nama samaran lho ) .

Masih penuh gerobaknya, buah-buah tertata rapi. Kulihat beliau membuka buku kecil, rupanya Al Quran. Beliau tekun dengan Al-Qurannya. Sampai jam 10 hujan blm berhenti.

Saya mulai risau karena sepi tak ada pembeli datang.

Saya keluar memberikan air minum.
“Kalau musim hujan jualannya repot juga ya, Pak… ” .. "Mana masih banyak banget.”

Beliau tersenyum, “Iya bu.. Mudah-mudahan ada rejekinya.. .” jawabnya.

“Aamiin,” kataku.

“Kalau gak abis gimana, Pak?”. tanyaku.

“Kalau gak abis ya risiko, Bu.., kayak semangka, melon yang udah kebuka ya kasih ke tetangga, mereka juga seneng daripada kebuang. kayak bengkoang, jambu, mangga yang masih bagus bisa disimpan. Mudah-mudahan aja dapet nilai sedekah,” katanya tersenyum.

“Kalau hujan terus sampai sore gimana, Pak?” tanyaku lagi.

“Alhamdulillah bu… Berarti rejeki saya hari ini diizinkan banyak berdoa. Kan kalau hujan waktu mustajab buat berdoa bu…” Katanya sambil tersenyum.

“Dikasih kesempatan berdoa juga rejeki, Bu…"

“kalau gak dapet uang gimana, Pak?" tanyaku lagi.

“Berarti rejeki saya bersabar, Bu... Allah yang ngatur rejeki, Bu… Saya bergantung sama Allah.. Apa aja bentuk rejeki yang Allah kasih ya saya syukuri aja. Tapi Alhamdulillah, saya jualan rujak belum pernah kelaparan.

“Pernah gak dapat uang sama sekali, tau tau tetangga ngirimin makanan. Kita hidup cari apa Bu, yang penting bisa makan biar ada tenaga buat ibadah dan usaha,” katanya lagi sambil memasukan Alqurannya ke kotak di gerobak.

“Mumpung hujannya rintik, Bu… Saya bisa jalan ..Makasih yaa ,Bu…”

Saya terpana…. ....Betapa malunya saya, dipenuhi rasa gelisah ketika hujan datang, begitu khawatirnya rejeki materi tak didapat sampai mengabaikan nikmat yang ada di depan mata.

Saya jadi sadar bahwa rizki hidayah, dapat beribadah, dapat bersyukur dan bersabar adalah jauh...jauh lebih berharga daripada uang, harta dan jabatan...

MANUSIA dan BOTOL

1. Kalau diisi air mineral, harganya 3ribu…

2. Kalau diisi jus buah, harganya 10ribu…

3. Kalau diisi Madu Yaman, harganya Ratusanribu…

4. Kalau diisi minyak wangi chanel harganya bisa jutaan.

5. Kalau diisi air got, hanya akan dibuang dalam tong sampah karena langsung tiada harganya dan tidak ada siapa yg suka.

Botol yg sama tetapi harganya berbeda sebab apa yang terisi di dalamnya adalah berbeda…

Begitu juga kita…kita semua sama…kita semua manusia…yang membedakan kita antara satu sama lainnya adalah. TAQWA , IMAN & AMAL yang ada dalam diri kita…yang akan menyebabkan kita berharga di sisi ALLAH atau kita dipandang hina oleh ALLAH lalu dibuang ke dalam neraka…

“……sesungguhnya orang yg paling mulia disisi Allah adalah orang yg paling bertakwa,sesungguhnya Allah Maha mengetahui lagi Maha teliti” Alhujarot :13.

Sumber :Ernyndar Irfan

Sabtu, 21 November 2015

Matematika hidup

MATEMATIKA KEHIDUPAN
Ada seorang sahabat, sebut saja namanya Hasan. Orangnya bersahaja. Ia punya “kebiasaan” yg menurut saya sangat langka. Kalo beli sesuatu dari “pedagang kecil”, ia tidak mau menawar, bahkan seringkali jika ada uang kembalian, selalu diberikan pada pedagangnya.
Pernah suatu saat kami naik mobilnya, mampir di SPBU. Hasan berkata kpd Petugas SPBU: Tolong diisi Rp 90 rb saja. Sang Petugas merasa heran. Iapun balik bertanya: “Kenapa tidak sekalian Rp 100 rb pak ?”
“Gak apa2, isi saja Rp 90 rb”, balas Hasan.
Selesai diisi bensin, Hasan memberikan uang Rp 100 rb. Sang petugas pun memberikan uang kembalian Rp 10 rb. Hasan berkata: “Gak usah, ambil saja kembaliannya.”
Sang petugas SPBU seperti tidak percaya. Ia pun berucap: “Terima kasih Pak. Seandainya semua orang spt Bapak, tentu hidup kami akan lebih sejahtera dengan gaji pas-pasan sebagai pegawai kecil”.
Saya tertegun dengan perilaku Hasan dan juga petugas tersebut.
Di dalam perjalanan, saya bertanya pada sahabat saya tersebut : “Sering melakukan hal seperti itu ?”
Hasan menjawab: “Sahabatku, kita tidak mungkin bisa mengikuti semua perintah Allah. Lakukanlah hal-hal kecil yang bisa kita lakukan di sekeliling kita, yg penting konsisten. 
Kita tidak akan jatuh miskin jika setiap mengisi bensin kita bersedekah 10 ribu kepada mereka. Uang 10 rb itupun tdk akan membuat dia kaya tapi yang jelas membantu dan membuat hatinya bahagia.
Saudaraku... 
Hiduplah setiap hari dengan matematika kehidupan...
mengalikan (x) kegembiraan, 
mengurangi (-) kesedihan, 
menambahkan (+) semangat, 
membagi (÷) kebahagiaan, dan 
menquadratkan cinta & kasih sayang antar sesama...
Selamat Berkumpul Dengan keluarga

Sabtu, 14 November 2015

Pentingnya etika

Dua belas tahun lalu,
seorg wanita pergi kuliah di Prancis. 
Dia harus sambil kerja dan sambil kuliah. 
Dia perhatikan bhw sistem transportasi ditempat itu menggunakan sistem "otomatis", 
artinya Anda beli tiket sesuai dgn tujuan melalui mesin. 
Setiap perhentian kendaraan umum pakai cara "self-service" dan jarang sekali diperiksa petugas. 
Bahkan periksa insidentil oleh petugas pun hampir tidak ada.

Setelah dia temukan kelemahan sistem ini, 
dgn kelicikannya dia perhitungkan kemungkinan tertangkap petugas krn tidak beli tiket sangat kecil. 
Sejak itu, dia selalu naik kendaraan umum dgn tidak membayar tiket. 
Dia bahkan merasa bangga atas kepintarannya.

Dia juga menghibur dirinya krn dia anggap dirinya adalah murid miskin, dan kalo bisa irit ya irit. 
Namun, dia tidak sadar dia sedang melakukan kesalahan fatal yg akan mempengaruh karirnya...

Setelah 4 thn berlalu, 
dia tamat dari fakultas yg ternama dgn angka yg sangat bagus. 
Ini membuat dirinya penuh dengan keyakinan. Dia mulai memohon kerja di perusahan yg ternama di Paris dgn pengharapan besar untuk diterima. Pada mulanya, 
semua perusahan ini menyambut dia dgn hangat. 
Namun berapa hari kemudian, 
semuanya menolak dia untuk berkerja.

Kegagalan yg terjadi berulang kali membuat dia sangat marah. 
Dia mulai anggap perusahan-perusahan ini rasis, tidak mau terima warga negara asing. Akhirnya, dia memaksa masuk ke departemen tenaga kerja utk bertemu dengan managernya. 
Dia ingin tahu alasan apa perusahan menolak bekerja. 
Ternyata, penjelasannya diluar sangkaan dia...

Berikutnya adalah dialog mereka...

Manager: Nona, kami tidak rasis, sebaliknya kami sangat mementingkan mu. 
Pada saat Anda mohon bekerja di perusahaan, 
kami terkesan dgn pendidikan dan pencapaian Anda. Sesungguhnya, berdasarkan kemampuan, Anda sebenarnya pekerja yg kami cari-cari.

Wanita: Kalau begitu, kenapa perusahan tidak terima aku bekerja?

Manager: Karena kami periksa sejarahmu, ternyata Anda pernah tiga kali kena sanksi tidak membayar tiket saat naik kendaraan umum.

Wanita: Aku mengakuinya, tapi masa krn perkara kecil ini perusahan menolak pekerja yg mahir dan banyak kali tulisannya terbit di majalah?

Manager: Perkara kecil? Kami tidak anggap ini perkara kecil. 
Kami perhatikan pertama kali Anda melanggar hukum terjadi di minggu pertama Anda masuk di negara ini. 
Petugas percaya dgn penjelasan bhw Anda masih belum mengerti sistem pembayaran. 
Diampuni, tapi Anda tertangkap 2x lagi setelah itu.

Wanita: Oh krn tidak ada uang kecil saat itu.

Manager: Tidak, tidak. Kami tidak bisa terima penjelasan Anda. 
Jangan anggap kami bodoh. 
Kami yakin Anda telah melakukan penipuan ratusan kali sebelum tertangkap.

Wanita: Itu bukan kesalahan mematikan kan? 
Kenapa harus begitu serius? 
Lain kali saya berubah kan masih bisa.

Manager: Saya tidak anggap demikian. Perbuatan Anda membuktikan dua hal:

1. Anda tidak mengikuti peraturan yg ada

Anda pintar mencari kelemahan dlm peraturan dan memanfaatkan utk diri sendiri.

2. Anda tidak bisa dipercaya
 
Banyak pekerjaan di perusahan kami tergantung pada kepercayaan. 
Jika Anda diberikan tanggungjawab atas penjualan di sebuah wilayah, 
maka Anda akan diberikan kuasa yg besar.
Demi ongkos, kami tidak sanggup memakai sistem kontrol untuk mengawasi pekerjaanmu. 
Perusahan kami mirip dengan sistem transportasi di negeri ini. Oleh sebab itu, kami tidak bisa pakai Anda.
Saya berani katakan, 
di negara kami bahkan seluruh Eropa, 
tidak ada perusahan yg mau pakai Anda.

Pada saat itu, 
wanita ini seperti bangun dari mimpinya dan sangat menyesal. 
Perkataan manager yg terakhir membuat hatinya gentar.

Moral dan etika bisa menutupi kekurangan IQ atau kepintaran. 

Tetapi IQ atau kepintaran bagaimanapun tidak akan bisa menolong etika yg buruk...


Jangan mati-matian mengejar sesuatu yang tidak dibawa mati

2 Hadiah dari Dunia

“Dunia bertanya ketika akan meninggalkan dia, apa yang kamu ambil dariku? Dia langsung menjawab sendiri, tidak ada yang bisa kau ambil, tidak ada yang bisa kau bawa, kecuali dua hal, tanah untuk kuburanmu dan kain kafan!”

Dunia dikejar, harta dikejar, sampai tidak ada selesainya. Kebutuhan, apalagi keinginan, jika terus dituruti tidak akan pernah ada habisnya; terpenuhi yang ini, muncul yang lain; terkejar keinginan yang satu, datang keinginan yang lain. Begitu seterusnya, sampai kita sendiri tidak bisa menikmati dunia yang kita kejar mati-matian.

Seperti kisah kakek tua ini yang mengumpulkan hartanya dengan niat ingin membahagiakan istri dan keluarganya, namun yang didapat malah sebuah malapetaka yang menimbulkan masalah bagi dirinya di kehidupan mendatang.

Tersebutlah seorang tua yang kaya raya. Ia begitu khawatir dengan masa depan anaknya. Oleh karena itu, ia membanting tulang dan memeras keringat untuk membahagiakan istri dan anak-anaknya. Suatu hari, Allah Swt menakdirkan ia meninggal dunia.

Saat itu, didapatilah olehnya sebuah kebenaran, yaitu kekecewaan bahwa keluarganya tidak mencintainya sebagaimana ia mencintai keluarganya. Dari dalam kubur sana, kepada orangtua ini diperlihatkan, bahwa kesedihan anak dan istrinya hanya sebatas tujuh hari kematiannya. Sepeninggalnya, anak keturunannya malah saling bermusuhan karena berebut warisan kemudian sebagian lagi bermaksiat dengan harta warisannya itu.

Menangislah orang tua tersebut. Kini, jelas sudah baginya, bahwa tidak ada bagian dunia untuknya di akhirat karena tidak ada yang dibawa, sedangkan amalnya hanya sedikit.

Dari kisah di atas, dapat diambil hikmah bahwa sebanyak apapun kekayaan di dunia, ketika manusia meninggal maka semua itu tidak akan dibawanya menemaninya ke liang kubur kecuali 3 perkara, yaitu amal jariyah, anak yang sholeh-sholeha, dan ilmu yang bermanfaat. Waallahu’alam

Sabtu, 07 November 2015

Sedekah membawa berkah

:: Kisah Inspiratif: Sedekah Membawa Berkah ::

Diriwayatkan ari Abu Hurairah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda (yang artinya), “Pada suatu ketika, ada seseorang yang sedang berjalan di padang pasir yang tiba-tiba mendengar suara dari dalam awan, ‘Siramilah kebun si Fulan.’ Kemudian awan itu menuju ke arah suatu tempat yang banyak batunya, lantas menuangkan airnya.

Pada tempat yang banyak batunya tersebut, ada sebuah parit yang penuh dengan air hingga parit itu pun ikut mengalirkan air. Kemudian, di situ ada seorang lelaki yang berada di tengah-tengah kebunnya sedang membagi-bagi air, dengan alat pengukur tanah. Ia bertanya kepada orang itu, ‘Wahai hamba Allah, siapakah namamu?’ Orang itu menjawab, ‘Fulan.’ Nama yang sama dengan yang pernah didengarnya dari dalam awan tadi.

Kemudian Fulan bertanya kepadanya, ‘Kenapa kamu menanyakan namaku?’ Ia menjawab, ‘Sesungguhnya saya tadi mendengar suara dari dalam awan, yang kemudian menuangkan air ini. Suara itu berkata, ‘Siramilah kebun si Fulan,’ persis dengan namamu. Memangnya apa yang telah kamu perbuat?’

Fulan menjawab, ‘Karena kamu bertanya seperti itu, maka aku jawab. Sebenarnya, aku selalu memperhatikan hasil yang dikeluarkan kebun ini, sepertiga dari hasil itu aku sedekahkan, sepertiga aku makan dengan keluargaku, dan sepertiga lagi aku persiapkan untuk bibit.’”

Pelajaran yang dapat dipetik:

- Keutamaan sedekah kepada orang-orang yang membutuhkan.
- Anjuran untuk berbuat ihsan kepada fakir-miskin dan anak-anak terlantar.
- Keutamaan seseorang yang makan dari hasil usahanya sendiri.
- Keutamaan memberi nafkah kepada istri dan keluarga.
- Penetapan adanya karamah para wali, sehingga alam tunduk kepadanya.
- Keutamaan bertani dan bercocok tanam, karena merupakan mata pencaharian yang baik.
- Awan tunduk untuk berjalan sesuai dengan kehendak Allah, dan ada malaikat yang bertugas mengawasi jalannya awan.
- Allah mencintai seorang hamba yang hidupnya seimbang, dia mau menginfakkan sebagian hartanya kepada yang berhak menerima.
- Orang Mukmin adalah manusia yang bisa saja mendengar suara malaikat.

sumber: www.kisahmuslim.com (Kisah Muslim)

-----

Instagram & Twitter: @actforhumanity
www.act.id

#LetsACTIndonesia

Kamis, 05 November 2015

Antri

Seorang guru di Australia pernah berkata kepada saya

“Kami tidak terlalu khawatir jika anak2 sekolah dasar kami tidak pandai Matematika” kami jauh lebih khawatir jika mereka tidak pandai mengantri.”

“Sewaktu ditanya mengapa dan kok bisa begitu ?” Saya mengekspresikan keheranan saya, karena yang terjadi di negara kita kan justru sebaliknya.

Inilah jawabanya;

1. Karena kita hanya perlu melatih anak selama 3 bulan saja secara intensif untuk bisa Matematika, sementara kita perlu melatih anak hingga 12 Tahun atau lebih untuk bisa mengantri dan selalu ingat pelajaran berharga di balik proses mengantri.

2. Karena tidak semua anak kelak akan berprofesi menggunakan ilmu matematika kecuali TAMBAH, KALI, KURANG DAN BAGI. Sebagian mereka anak menjadi Penari, Atlet Olimpiade, Penyanyi, Musisi, Pelukis dsb.

3. Karena biasanya hanya sebagian kecil saja dari murid-murid dalam satu kelas yang kelak akan memilih profesi di bidang yang berhubungan dengan Matematika. Sementara SEMUA MURID DALAM SATU KELAS ini pasti akan membutuhkan Etika Moral dan Pelajaran Berharga dari mengantri di sepanjang hidup mereka kelak.

”Memang ada pelajaran berharga apa dibalik MENGANTRI ?”

”Oh iya banyak sekali pelajaran berharganya;” jawab guru kebangsaan Australia itu. 

1. Anak belajar manajemen waktu jika ingin mengantri paling depan datang lebih awal dan persiapan lebih awal.

2. Anak belajar bersabar menunggu gilirannya tiba terutama jika ia di antrian paling belakang.
3. Anak belajar menghormati hak orang lain, yang datang lebih awal dapat giliran lebih awal dan tidak saling serobot merasa diri penting..

4. Anak belajar berdisiplin dan tidak menyerobot hak orang lain.

5. Anak belajar kreatif untuk memikirkan kegiatan apa yang bisa dilakukan untuk MENGATASI KEBOSANAN saat mengantri. (di Jepang biasanya orang akan membaca buku saat mengantri)

6. Anak bisa BELAJAR BERSOSIALISASI menyapa dan mengobrol dengan orang lain di antrian.

7. Anak BELAJAR TABAH dan sabar menjalani proses dalam mencapai tujuannya.

8. Anak belajar hukum sebab akibat, bahwa jika datang terlambat harus menerima konsekuensinya di antrian belakang.

9. Anak belajar disiplin, teratur dan kerapihan. 

10. Anak belajar memiliki RASA MALU, jika ia MENYEROBOT ANTRIAN  dan HAK ORANG LAIN.

11. Anak belajar bekerjasama dengan orang2 yang ada di dekatnya jika sementara mengantri ia harus keluar antrian sebentar untuk ke kamar kecil.

12. Anak belajar jujur pada diri sendiri dan pada orang lain

dan mungkin masih banyak lagi pelajaran berharga lainnya, silahkan anda temukan sendiri sisanya.

Saya sempat tertegun mendengarkan butir-butir penjelasannya. Dan baru saja menyadari hal ini.

Apa yang di pertontonkan para orang tua pada anaknya, dalam mengantri menunggu giliran sungguh memprihatinkan.

1. Ada orang tua yang memaksa anaknya untuk ”menyusup” ke antrian depan dan mengambil hak anak lain yang lebih dulu mengantri dengan rapi. Dan berkata ”Sudah cuek saja, pura-pura gak tau aja !!”

2. Ada orang tua yang memarahi anaknya dan berkata ”Dasar Penakut”, karena anaknya tidak mau dipaksa menyerobot antrian.

3. Ada orang tua yang menggunakan taktik dan sejuta alasan agar anaknya di perbolehkan masuk antrian depan, karena alasan masih kecil capek ngantri, rumahnya jauh harus segera pulang, dsb. Dan menggunakan taktik yang sama di lokasi antrian permainan yang berbeda.

4. Ada orang tua yang malah marah2 karena di tegur anaknya menyerobot antrian, dan menyalahkan orang tua yang menegurnya.

5. dan berbagai macam kasus lainnya yang mungkin anda pernah alami juga.?

Ah sayang sekali ya.... padahal disana juga banyak pengunjung orang Asing entah apa yang ada di kepala mereka melihat kejadian semacam ini?

Ah sayang sekali jika orang tua, guru, dan Kementerian Pendidikan kita masih saja meributkan anak muridnya tentang Ca Lis Tung (Baca Tulis Hitung), Les Matematika dan sejenisnya. Padahal negara maju saja sudah berpikiran bahwa mengajarkan MORAL pada anak jauh lebih penting dari pada hanya sekedar mengajarkan anak pandai berhitung.

Ah sayang sekali ya... Mungkin itu yang menyebabkan negeri ini semakin jauh saja dari praktek-praktek hidup yang beretika dan bermoral. ?

Ah sayang sekali ya... seperti apa kelak anak2 yang suka menyerobot antrian sejak kecil ini jika mereka kelak jadi pemimpin di negeri ini ?

Semoga ini menjadi pelajaran berharga bagi kita semua para orang tua juga para pendidik di seluruh tanah air tercinta. Untuk segera menyadari bahwa mengantri adalah pelajaran sederhana yang banyak sekali mengandung pelajaran hidup bagi anak dan harus di latih hingga menjadi kebiasaan setiap anak Indonesia. 

Yuk kita ajari anak kita untuk mengantri, untuk Indonesia yang lebih baik,

Yuk kita mulai dari keluarga kita terlebih dahulu, ... mau ?

Salam syukur penuh berkah...

Jangan takut miskin karena sedekah

" JANGAN TAKUT MISKIN DENGAN SEDEKAH "
Tidak jarang seseorang yang bersedekah atau yang akan bersedekah mendapat bisikan dalam hatinya, baik dari dalam dirinya atau dari orang lain, yang menganjurkannya untuk tidak bersedekah atau tidak terlalu banyak memberi. Hal itu dengan alasan untuk memeroleh rasa aman dalam bidang materi menyangkut masa depan diri dan keluarganya di masa mendatang. 
Sering bisikan ini mengakibatkan seseorang tidak jadi bersedekah atau mengurangi jumlah materi yang akan disedekahkan. Yang paling berperan dalam membisikkan rasa takut akan kemiskinan dalam bersedekah adalah setan. Setan sering membisikkan dalam hati manusia, “Jangan bersedekah, jangan menyumbang, hartamu akan berkurang, padahal engkau memerlukan harta itu. Jika kamu menyumbang, kamu akan terpuruk dalam kemiskinan.”
Perhatikan ayat ini, QS Al-Baqarah ayat 268. “Setan menjanjikan (menakut-nakuti) kamu dengan kemiskinan dan menyuruh kamu berbuat kejahatan (kikir); sedang Allah menjanjikan untukmu ampunan daripada-Nya dan karunia. Allah Mahaluas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui.”
Imbas dari tergodanya seseorang akan gangguan setan dalam bersedekah adalah kikir, di samping dia tidak akan tulus dalam bersedekah. Siapa yang takut miskin, dia pasti kikir. Karena, ketakutan itu akan mengarahkan tindakan kepada menumpuk harta sebagai persiapan. Seorang yang kikir apalagi dia memiliki kelebihan harta, kekikirannya akan membuahkan dengki dan iri hati. Dengan sifat ini maka setan akan mendorong untuk melakukan aneka kejahatan, seperti pencurian, perampokan, pembunuhan, dan sebagainya. Di sisi lain, kekikiran melahirkan sifat rakus dan pada gilirannya menjadi lahan yang subur bagi setan untuk mengantar kepada aneka kejahatan.
Padahal, sedekah tidak akan menjadikan seseorang miskin, tapi justru sebaliknya. Sedekah bisa melipatgandakan harga dan pahala dari Allah Allah SWT.
“Perumpamaan orang yang menginfakkan harta mereka di jalan Allah seperti sebiji tanaman yang tumbuh darinya tujuh tangkai dan setiap tangkai menghasilkan seratus buah dan Allah melipatgandakan kepada siapa yang Ia inginkan. Allah Mahalapang dan Maha Mengetahui.” (QS Al-Baqarah: 261).
Masih banyak lagi anggapan-anggapan yang salah tentang sedekah. Kesalahan-kesalahan ini bisa mengakibatkan kita tidak mendapatkan nilai yang sempurna dari sisi Allah SWT jika tidak segera diperbaiki.

Rabu, 04 November 2015

Kesempurnaan

KESEMPURNAAN DALAM HIDUP

Suatu hari,si fulan bertanya kepada gurunya πŸ‘³ :
"Bagaimana caranya agar kita mendapatkan sesuatu yang paling sempurna di dalam hidup..?" 
......
Sang Guru : 
"Berjalanlah 🚢 lurus di taman bunga, lalu petiklah bunga yang paling indah 🌺 menurutmu dan jangan pernah kembali kebelakang..!

Setelah berjalan dan sampai di ujung taman, si fulan kembali dengan tangan hampa, lalu Sang Guru bertanya : 

"Mengapa kamu tidak mendapatkan bunga satu pun...???" 

Fulan : 
"Sebenarnya tadi aku sudah menemukannya, tapi aku tidak memetiknya, karena aku pikir mungkin yang di depan pasti ada yang lebih indah. 
Namun ketika aku sudah sampai di ujung, aku baru sadar bahwa yang aku lihat tadi adalah yang TERINDAH, dan aku pun tak bisa kembali ke belakang lagi..!"

Sambil tersenyum, Sang Guru berkata : 

"Ya, itulah hidup.. semakin kita mencari kesempurnaan, semakin pula kita tak akan pernah mendapatkannya.
Karena sejatinya kesempurnaan yang hakiki tidak pernah ada,  yang ada hanyalah keikhlasan hati kita utk menerima kekurangan.."

• Bila tak kuasa memberi, jangan mengambil. 
• Bila mengasihi terlalu sulit, jangan membenci.
• Bila tak mampu menghibur orang, jangan membuatnya sedih. 
• Bila tak mungkin meringankan beban orang lain, jangan mempersulit/memberatkannya. 
• Bila tak sanggup memuji, jangan menghujat. 
• Bila tak bisa menghargai, jangan menghina.

"JANGAN MENCARI KESEMPURNAAN, tapi sempurnakanlah apa yg telah ada pada kita"...
🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾🌾

Ibu itu ISTIMEWA

Ibumu sarjana apa ? 

Ibuku punya gelarnya MSi: Master Segala ilmu.

Tak terbayang bukan, menjadi ibu yg baik itu hrs banyak belajar& terus belajar. 
Long life education.

1. Ibu hrs belajar Akuntansi, agar bisa mengurus pendapatan keluarga dan mengelolanya utk kebutuhan RT, tabungan serta menata pemasukan &pengeluaran yg seimbang.

2. Ibu hrs belajar Tata Boga, chef, atau perhotelan,belajar mengatur masakan keluarga dgn kreatif supaya tdk bosan.

3. Ibu hrs belajar keguruan. 
Ia hrs menguasai ilmu yg diajarkan di sekolah dasar agar bisa mengajari anaknya bila kesulitan dgn PR nya.

4. Ibu hrs belajar Agama,karena ibu lah yg pertama kali mengenalkan anak pada Allah,membangun akhlak yg luhur serta iman yg kokoh.

5. Ibu hrs belajar Ilmu Gizi, agar bisa menyiapkan makanan bergizi bagi keluarga, setiap hari.

6. Ibu hrs belajar Farmasi, agar dpt memberi pertolongan awal pd keluarga yg sakit. sediakan obat2an ketika keadaan darurat.

7. Ibu hrs belajar Keperawatan, krn beliaulah yg merawat anak/suami ketika sakit. Yg menyeka tubuhnya ketika tdk diperbolehkan mandi,mengganti kompres,
Ibu adalah perawat yg handal.

8. Ibu hrs belajar ilmu Kesehatan, agar bisa menjaga asupan makanan, kebersihan melindungi anggota keluarga dari gigitan nyamuk.

9. Ibu hrs belajar Psikologi, agar bisa berkomunikasi dgn baik menghadapi anak2 di setiap jenjang usia juga sebagai teman curhat suami yg terbaik ketika suami alami masalah.

Seandainya ibu harus kuliah dulu butuh berapa lama? 
Bisa jadi lebih dari 9 jurusan diatas.Luar biasa seorang ibu, dgn multi talentanya, kesabarannya merawat, 
mendidik & menemani anak2. 
Sudah kah kita memberikan yg terbaik utk ibu kita ? 

“Seorang ibu bisa merawat 10 anak, namun 10 anak belum tentu bisa merawat ibunya“



Sumber : via ustadz @abdullah sholeh hadrami